
Muhasabah Diri…
Dalam muhasabah diri di malam yang sunyi, Kamis 28 Mei 2009
Mengenang pertengahan Agustus tahun lalu kami dipertemukan dalam sebuah ikatan hati, ikatan suci, ikatan yang Insya Allah diridhoi. Terbersit Tanya dalam hati Sesungguhnya apakah yang menyatukan hati kita? Dan akhirnya kutemukan alasan mengapa hati kita dipertemukan persaudaraan, pertemanan, dan kekeluargaan itulah alasannya. Dan dalam hatiku terbersit keinginan, karena Allah kita dipertemukan dan karena Allah lah kita dipisahkan.
Wahai saudaraku yang dikasihi Allah…Renungkanlah…
Seseorang menemukan kepompong kupu-kupu, suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu mengamati bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian, kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya, dia telah ber
usaha semampunya dan dia tidak bias lebih jauh lagi.
Akhirnya, orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya.
Tapi apa yang terjadi saudaraku…?
Kupu-kupu itu memiliki tubuh yang gembung dan kecil, sayapnya pun mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena ia berharap bahwa suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar hingga mampu menopang hidupnya. Mungkin, akan berkembang seiring bertambahnya waktu.
Semuanya tak pernah terjadi. Kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap mengkerut. Dia tak pernah bias terbang.
Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut merupakan akibat dari ketidak mengertian terhadap kepompong.
Perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah untuk memaksa cairan dalam tubuh kupu-kupu itu berpindah ke dalam sayap-sayapnya. Cairan itu akan membuat sayapnya menjadi kuat dan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong itu.
Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah SWT.
Kadang perjuangan adalah hal yang kita perlukan dalam hidup ini. Jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hembatan mungkin itu akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tak sekuat yang semestinya dan kita tak pernah bias “Terbang”.
Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah SWT.
Seandainya Allah mengijinkan ciptaan_NYA hidup tanpa cobaan, maka niscaya seluruh mahkluk ini akan hidup dalam kelemahan.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah SWT.
Seseorang menjadi dewasa, kuat, bijaksana setelah tempaan dari luar yang membawa ia pada proses yang matang……..tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk lebuh dekat dengan Allah…..
Selamat berjuang saudaraku…..hadapi segala tantangan ke depan sebagai sarana kita untuk mendekatkan diri kita pada Rabb kita…..Allah SWT….


0 Comments:
Posting Komentar
<< Home