...........|| Senin, 11 Mei 2009 ||

MENUMBUHKAN SEMANGAT JIHAD PADA ANAK

MENUMBUHKAN SEMANGAT JIHAD PADA ANAK

Keluarga adalah lingkungan yang paling berpengaruh terhadap pembentukan

kepribadian anak. Oleh karena itu, orang tua harus sudah menanamkan semangat

JIHAD dalam diri anak-anak mereka sedini mungkin.

Cinta akan jihad identik dengan cinta akan kesyahidan. Dan berupaya untuk

mendapatkannya adalah sebuah tuntutan dalam melakukan kerja kolektif. Kerja

kolektif mengandung arti menyukai keteraturan dan kedisiplinan serta

meninggalkan kesemrawutan. Dengan kata lain, kerja kolektif berarti mengatur

keanekaragaman kemampuan yang dimiliki oleh banyak orang dalam sebuah wadah

yang satu agar bisa teratur dalam satu waktu dan gerakan yang sinergis. Jihad

dan Kesyahidan merupakan ujung dari sebuah pengorbanan dalam kerja kolektif

yang dilakukan. Seorang muslim harus menyerahkan dan mempersembahkan jiwanya

hanya untuk Allah semata dalam perjuangan di jalan-Nya. Jika sudah berani

mempersembahkan jiwanya hanya untuk Allah, berarti ia juga berani menyerahkan

harta dan waktunya serta semua yang ia miliki hanya untuk Allah.

Berikut ini adalah beberapa sarana yang dapat memunculkan SEMANGAT JIHAD pada

anak :

1). Mempertajam Ruhiyah Anak

Seorang mujahid muslim sangat membutuhkan ruhiyah yang tinggi untuk

menghadapi nilai-nilai jahiliyah yang tersebar di muka bumi. Jika ruhiyah sudah

mendominasi jiwa, maka lisan akan mudah untuk menyatakan, “Aku bersegera

kepada-Mu, ya Tuhanku, agar Engkau ridha kepadaku” (Q.S. Thaha, 20:84). Sarana

terbaik untuk meningkatkan ruhiyah adalah dengan cara melaksanakan

ibadah-ibadah, seperti shalat, puasa, zakat, haji, tilawah Qur’an dan

Dzikrullah setiap waktu. Juga mengerjakan puasa wajib, puasa sunnah,

menghidupkan waktu-waktu malam, berdo’a dan berdzikir.

2). Persiapkan pola pikir anak agar selalu siap berjihad

Dengan cara menceritakan kepada anak tentang kejayaan Islam yang pernah kita

raih dan kesedihan yang kita rasakan tentang kondisi sekarang. Menyampaikan

kepada anak tentang sejarah perjalanan dan perjuangan yang dilakukan oleh

Rasulullah SAW. Jelaskan pada anak tentang kedudukan orang yang mati syahid

menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bacakan buku tentang Para Syuhada Islam Pada

Zaman Nabi, jangan lupa untuk terus melanjutkan bacaan buku sirah. Usahakan

untuk lebih sering membicarakan tentang surga yang merupakan tempat bagi para

syuhada. Mintalah anak untuk menghapal ayat-ayat yang terkait dengan kesyahidan

dan jihad, seperti surat Al-Anfal, At Taubah dan Al Ahzab. Demikian juga dengan

hadits-hadits yang terkait dengan jihad. Lalu perdalam kembali pemahaman Qadha

dan Qadar terhadap anak sejak usia dini.

3). Ajarkan Nasyid yang Bertema Jihad

Ajarkan anak untuk dapat menghapal nasyid-nasyid yang bertema jihad agar

mereka termotivasi untuk meraih kesyahidan. Berikut ini nasyid yang mengandung

pesan Jihad :

Hai Mujahid muda

Maju ke hadapan

Sibakkan penghalang

Satukan tujuan

Kibarkan panji Islam

Dalam satu barisan

Bersama berjuang

Kita junjung keadilan

Jangan bimbang ragu

Tetaplah melaju

Hapus bayang semu

Di lubuk hatimu

Bergerak ke depan

Bagai gelombang samudera

Brantaskan tirani

Runtuhkan angkara murka

Majulah wahai mujahid muda

Dalam satu cita

Tegak keadilan

Singkirkan batas

Satukan kata

Kebangkitan Islam telah datang

(Izzatul Islam, Mujahid Muda)

Gemuruh takbir dikumandangkan

Menyongsong musuh Allah di hadapan

Biar seluruh alam akan menjadi saksi

Pasti terbebaskan bumi suci para nabi

Bebas dari tangan kotor zionis Yahudi

Allah cinta para mujahid

Pejuang mukmin pencari syahid

Membawa api jihad kobarkan perjuangan

(Ruhul Jadid, Allah Cinta Mujahid, Semangat Baru)

4). Mempersiapkan Anak agar Siap Berjihad

Membiasakan anak untuk selalu siap berjihad akan melahirkan kecintaan dalam

dirinya untuk berjihad. Beberapa kebiasaan yang harus diterapkan pada anak

untuk persiapan, di antaranya sebagai berikut :

Ø Menyeimbangkan antara makan, minum, berpakaian dan tidur.

Kita perlu melatih anak agar tidak berlebih-lebihan dalam hal makan, minum,

berpakaian dan tidur. Terbiasa bersikap sederhana dalam hal-hal itu semenjak

kecil merupakan sebuah indikasi bahwa orang tersebut dapat mengendalikan

dirinya. Dalam hal tidur, usahakan agar anak TIDAK tidur pada waktu qailulah

(setelah dzuhur hingga menjelang ashar). Biasakan mereka untuk tidur lebih awal

pada malam harinya.

Ø Tumbuhkan sikap sabar pada anak

Caranya yaitu dengan membiasakan anak untuk berpuasa semenjak kecil. Ketika

besar, anak menjadi terbiasa berpuasa dan akan terus memperbanyak puasanya

dengan puasa sunnah. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa puasa adalah setengah

dari kesabaran.

Cara lainnya yaitu dengan membiasakan anak untuk ‘menghidupkan’ malam. Kita

bisa membangunkannya pada saat akhir-akhir malam, yaitu saat ia sedang

asyik-asyiknya tidur. Bangunkan anak untuk tahajjud dan tilawah Qur’an pada

saat orang sedang tertidur pulas.

Dari cara-cara tersebut, insya Allah akan melatih kesabaran dalam diri anak

semenjak dini. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,

penderitaan dan dalam peperangan, maka mereka itulah orang-orang yang benar

imannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al Baqarah, 2:177)

5). Latihlah Fisik anak untuk Siap Berjihad

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan

lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah.” (H.R. Muslim, Shahih Muslim,

jilid 8 hal.56).

Cara yang utama dalam menjaga fisik adalah dengan cara mengatur makan, minum

dan tidur. Selain yang utama tersebut, perlu dibiasakan berolahraga secara

rutin. Setiap hari gunakan sekitar 10 menit untuk olah raga. Setidaknya,

habiskan waktu selama 2 jam untuk anak berusia 7 s/d 8 tahun, dan 3 jam untuk

anak usia 9 s/d 10 tahun, dalam seminggu untuk berolahraga.

Allah berfirman, “Berangkatlah 6). Latihan Jihad melalui Materi kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun

merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang

demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.” (Q.S. At

Taubah, 9:41)

Upaya memerangi musuh-musuh Allah tidak akan berjalan efektif tanpa adanya

sokongan materiil. Maka itu, kita harus membiasakan anak untuk menabung dan

tidak boros/konsumtif. Dengan tabungan, kita memotivasi anak untuk

menyumbangkan sebagian dari apa yang telah ditabungkannya untuk perjuangan

Islam dan Kaum Muslimin. Ajari anak untuk terbiasa berinfak, beramal dan

bersedekah.

Kesimpulan :

Bahwa setiap orang tua muslim wajib mempersiapkan diri mereka dan anak-anak

mereka untuk selalu siap sedia apabila ada seruan jihad di jalan Allah.

Tanamkan dalam diri anak-anak bahwa jihad pada zaman yang modern ini

memerlukan sokongan dan bekal keahlian dalam penguasaan teknologi canggih yang

terus berkembang. Jika hal tersebut sudah dipersiapkan dengan baik, umat islam

akan dapat meraih kembali kejayaan dan kemuliaan yang pernah kita alami.

Rasulullah SAW sendiri telah menjanjikan kemenangan kita sebagai umat Islam

sebagaimana tertera dalam sabdanya dari Tsauban, “Allah telah mempersiapkan

bumi ini untukku, maka aku pun melihat wilayah timur dan barat. Sesungguhnya

umatku akan dapat memiliki apa yang telah Allah persiapkan untukku

daripadanya…” (H.R. At Tirmidzi, Tuhfatul Ahwadzi, juz 6, hal.398, hadits no.

2267).

(Sumber : Melejitkan Potensi Moral dan Spiritual Anak, Panduan Mendidik Anak

Usia Prasekolah, Khalid Ahmad Syantut)


 0 Comments:

Posting Komentar

<< Home