Bismillahirrahmanirrahim….
Belajar Bimbingan dan Konseling tak sekedar mampu mendengarkan konseli secara aktif…namun sebagai seorang konselor harus professional dalam pelaksanaan tugasnya dalam memberikan layanan kepada konseli. Agar proses konseling berjalan dengan efektif dan lancar…untuk mencapai hakikat tujuan konseling…ini beberapa contoh keterampilannya…monggoo di waos nggeh..…
- Keterampilan Penampilan
- Menyesuaikan posisi dan gerak tubuh klien dengan tidak berlebihan, misalnya jika klien nyaman dengan posisi berdiri saat konseling, maka sebaiknya konselor ikut berdiri, atau jika klien nyaman dengan posisi duduk maka konselor menyesuaikan. (Postural badan)
- Ketika mendengarkan klien bercerita, sebaiknya konselor memberikan respon-respon pendek agar klien percaya bahwa konselor mendengarkan dan memahami apa yang diceritakan oleh klien, misalnya dengan respon non verbal (anggukan, gelengan, ekpresi wajah), dan respon verbal (Mmmm, Oh, Benar, Oya…)
- Keterampilan Membuka percakapan
- Konselor bertanya kepada klien, “Laras, biasanya kamu selalu ramah dan suka bercanda dengan teman-temanmu, tetapi Ibu melihat satu-dua hari ini kamu tampak lebih senang menyendiri, apa ada masalah denganmu?”
- “Joko, Ibu mendapat laporan dari teman-teman kelasmu, bahwa akhir-akhir ini kamu sering tidak mengerjakan tugas-tugas, datang terlambat, dan pulang terburu-buru, apakah sedang ada masalah di rumah yang mengganggumu?”
- Keterampilan membuat paraphrasing
- “Nampaknya masalah ini sangat membuatmu tertekan?” (respon verbal dari konselor ketika klien bercerita dan berhenti berbicara, kemudian menangis)
- “Tampaknya kamu ingin mengatakan sesuatu?”Tanya konselor pada klien ketika klien diam, dan kelihatan seprti ingin mengatakan sesuatu.
- Keterampilan mengidentifikasi perasaan
- “Jika saya berada dalam posisimu, mungkin saya juga akan marah besar.” Kata konselor, ketika klien berceruta bahwa dia marah besar karena istrinya selingkuh.
- “Saya kira banyak suami akan marah jika hal itu menimpanya.”kata konselor, aga klien mengakui, mengalami, dan mengekpresikan perasaannya, sehingga dapat sedikit membuatnya lega.
- Keterampilan merefleksi perasaan
- “Kamu sangat merindukan Ibumu, yang lama tidak menghubungimu?” Tanya konselor pada klien ketika dia bercerita bahwa dia selalu mengharapkan Ibunya meneleponnya.
- “Kamu merasa kesepian setelah istrimu pergi dari rumah?”Tanya konselor setelah klien juga mengatakan padanya bahwa klien merasa sendiri dan kesepian setelah ditinggal istrinya.
- Keterampilan konfrontasi
- “Seharusnya kamu dapat memendam sedikit amarahmu, dengan tidak menamparnya langsung.”kata konselor pada klien yang bercerita bahwa dia baru menampar istrinya setelah ketahuan berselingkuh (meski belum tentu pada kenyataannya konselor itu tidak menampar langsung jika melihat istrinya berselingkuh).
- “Seharusnya anda tidak perlu menghukum siswa yang terlambat masuk, dengan cara melarang dia untuk mengikuti jam pelajaran anda.”kata konselor kepada guru mata pelajaran, padahal memang siswa tersebut selalu terlambat masuk ke kelas jika pelajaran tersebut.
- Keterampilan membuat ringkasan
- “Kamu baru saja mengatakan kekhawatiranmu akan ketidakcocokan dengan jurusan ini, dan akibatnya pada masa depanmu. Saya lihat kamu belum yakin dengan keputusan yang kamu ambil ”kata konselor kepada klien yang sedang ragu dalam memilih jurusan studi.
- “Kamu mengatakan bahwa kamu merasa kesepian, dan tahu bahwa kamu tidak dapat berbuat apa-apa atau tidak pergi kemana-mana”kata konselor
Sedikit persembahan dariku…semoga bermanfaat….^_^

0 Comments:
Posting Komentar
<< Home