...........|| Sabtu, 25 Juli 2009 ||

Harapan Anak nasional


Bismillahirrahmanirrahim…..

Tak terasa kalau hari ini adalah Hari Anak Nasional, upacara dilaksanakan untuk memperingatinya resmi maupun tak resmi dan dibalik ceremonial itu terbentang Harapan Anak Pada Hari Anak Nasional ini.

Hukum alam tak bisa ditawar bahwa ditangan anak ini lah wacana publik 20 - 30 tahun mendatang akan ditentukan., jika batasan yang disebut anak sesuai dengan konvensi hak anak 1989 adalah penduduk dibawah usia 18 tahun, sementara penduduk indonesia tahun 2008 ini diperkirakan 229 juta jiwa dan penduduk dibawah usia 18 th 38 % , berarti ada sekitar 87 – 90 juta jiwa yang tergolong usia anak. suatu jumlah yang sangat besar untuk diperhitungkan, karena mereka adalah pemilik masa depan bangsa ini.

Anak hari ini adalah pemimpin dimasa depan karenanya kekeliruan penanganan anak hari ini adalah masalah besar yang akan muncul dihari mendatang. Namun sayangnya realitas yang terjadi di negeri ini masih belum memenuhi harapan, secara jujur diakui negeri ini masih mengabaikan bagian terpenting dari kelangsungan bangsanya sendiri yaitu mutu anak-anaknya.

Saeful millah (Pikiran Rakyat 10-8-2001) mengatakan Kalaupun Indonesia termasuk salah satu negara paling depan yang telah meratifikasi konvensi Hak Anak namun isu tentang anak nyaris tak pernah muncul menjadi agenda penting dan strategis apalagi masuk jadi hitungan para elite politik, tidak marketable kata orang. Buktinya kini sebagian anak Indonesia ini terancam tumbuh kembangnya lantaran menderita kekurangan gizi, sebagian yang lain terancam tak memiliki masa depan lantaran tak punya kesempatan untuk meraih pendidikan yang memadai syukur sekarang ada sekolah gratis, bahkan yang paling memprihatinkan sebagiannya bernasib lebih tragis lagi lahir hanya untuk mati atau tak merasakan hari ulang tahun pertamanya.

Komisi IX DPR RI mencatat 30 persen dari 110 juta balita di Indonesia mengalami gizi buruk. Salah satu pemicu tingginya jumlah kasus gizi buruk tersebut disebabkan masih lemahnya perhatian pemerintah pada sektor kesehatan. Ini dibuktikan dengan besaran anggaran kesehatan yang hanya mencapai tidak lebih dari 2,5 persen dari total APBN.
"Sampai saat ini kami mencatat kurang lebih 30 persen atau di atas 30 juta balita di Indonesia mengalami gizi buruk. Bukan hanya semata-mata faktor kemiskinan saja, kasus ini dipicu akibat tidak responsifnya pemerintah pada sektor kesehatan," tandas Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Ciptaning, Jumat (12/12/2008) di Sukabumi.

Masalah kelangsungan pendidikan anak adalah masalah krusial lain anak Indonesia saat ini, simak aja hasil sementara pendataan keluarga tahun 2008 yang dilaksanakan oleh BKKBN datanya seperti ini : Jumlah anak usia 7 – 15 tahun sebanyak 51.267.217 jiwa, dari jumlah ini yang sedang sekolah sebanyak : 57.454.023 jiwa dan yang tidak sekolah 13.813.194 ( 27 % ), dari data ini akhirnya akan berdampak terhadap jumlah buruh anak yang terus meningkat dan tak bisa dibendung lagi, seperti kerja di pabrik dengan volume atau intensitas kerja yang tak cocok untuk ukuran anak.

Sekelumit kisah2 tragis yang menimpa anak Indonesia

  1. Kompas 23-5-2001. seorang anak yang jadi pembantu rumah tangga di Surabaya tewas mengenaskan dianiaya majikannya, karena dia dituduh mencuri rambutan dari kulkasnya, dialah Sunarsih 14 th.
  2. Toni Simajuntak 3 tahun di Jakarta tewas mengenaskan oleh ibu kandungnya sendiri akibat dipukul benda keras hingga mengakibatkan gegar otak, tangannya patah, memar di dada dan wajah ( Media Indonesia 23-7-2001
  3. Banyaknya anak jalanan dan pengemis yang masih dibawah usia 6 tahun, mereka bekerja mencari sesuap nasi , ekploitasi diri dan ancaman kekerasan adalah dua hal yang sering mereka alami. Konon diantara mereka 51 % lebih sudah terbiasa dengan penyakit batuk, pusing. Flu dsb.. hal inipun tak pernah tersentuh oleh pelayanan kesehatan
  4. Penculikan dan perdagangan anak juga marak akhir2 ini . trafficking adalah kisah menyedihkan lain yang sering terjadi di negeri ini
  5. Belum lagi kematian bayi secara paksa atau pembuangan bayi yang dilakukan oleh ibu kandunganya sendiri lantaran tak kuat menanggung beban hidup atau malu karena hasil dari hubungan gelapnya.

Masih banyak sebenarnya kisah2 tragis yang menimpa anak Indonesia ini untuk diurai, dan jumlahnya terus meningkat, Antara news menyebutkan dalam dua tahun terakhir dari 1.626 kasus pada tahun 2008 naik menjadi 1.891 kasus pada tahun 2009.

Itulah sekelumit kisah tragis yang menimpa anak Indonesia, sekarang di Hari Anak Nasional ini tersimpan harapan agar semua komponen bangsa termasuk kabinet baru yang akan dibentuk nanti dibawah duet SBY – Budiono untuk lebih memperhatikan lagi kepentingan anak Indonesia sebagai pemilik negeri, sebagai aset masa depan , sebagai sosok yang akan menentukan kemana dan bagaimana Indonesia 20-30 tahun mendatang, semoga mereka kelak akan bisa Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia dan inilah Harapan Anak Pada Hari Anak Nasional. Jayalah Anak Indonesia. Stop Dreaming Start Action.


 0 Comments:

Posting Komentar

<< Home